DEMOKRASI DALAM PUSARAN ELIT BANGSA

DEMOKRASI DALAM PUSARAN ELIT BANGSA

Hukumunimuda-- Himpunan mahasiswa ilimu hukum (HIMAILUM) UNIMUDA Sorong mengadakan Dialog yang bertema “Menguak Berbagai Tantangan Menuju Pesta Demokrasi 2024“ dalam dialog tersebut turut mengundang, beberapa narasumber dari beberapa praktisi dan akademisi salah satunya adalah. Ir. Eko T. maryanto, M.T. Dosen UNIMUDA Sorong. Dana Mulyanto D.Ruslan. Kepala Devisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Sorong. bersama Adirandi M Rajab, S.H., M.H, selaku Dosen dari Program Studi Hukum sekaligus Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA Sorong).

Indonesia saat ini berada dalam demokrasi topeng akibat para elit politik membajak demokrasi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Pada saat Indonesia menetapkan demokrasi seabagi sistem di tahun 1955 dalam perjalanan bangsa Indonesia demokrasi sendiri diberikan buat rakyat Indonesia sebagai kedaulatan penuh di hadapan rakyat kemudian dari pada itu sistem pemilihan demokrasi sendiri di tetapkan pada tahun 2004 merupakan tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia berbeda dengan pemilu-pemilu yang lain sebelumnya. Pemilu 2004 memulai babak baru kehidupan demokrasi Indonesia untuk pertama kalinya rakyat Indonesia akan memilih presiden secara langsung . sebelumnya pemilihan presiden dilakuan melalui mekanisme yang ada di MPR. dalam perjalanan kehidupan Demokrasi telah dibajak oleh oligarki. Begitulah narasi yang di bangun oleh saya , dengan mengatakan demokrasi di Indonesia ternyata dikuasai oleh kelompok oligraki. Akibatnya tujuan bernegara untuk menyejahterakan rakyat, semakin jauh dari harapan. Kelompok elit oligraki di Indonesia sudah menguasai dan mengontrol sistem demokrasi dan berlanjut menjadi oligarki demokrasi.

Demokrasi kita itu hanya topeng saja. Sistemnya dan lembaga-lembaga memang telah memenuhi unsur-unsur negara yang demokratis, tapi demokrasi sendiri telah dibajak oleh para elit-elitnya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja Topeng demokrasi itu,telah memberikan legitimasi pada para elit politik dari daerah sampai ke pusat untuk melakukan praktek-praktek yang jauh dari nilai-nilai demokrasi sebenarnya., kata  adirandi di dialog public, kamis (25/5.2023)

Acara selanjutnya dilakukan dengan masuk pada penyapaian inti dari dialog publik yang mengenai dengan harapanm demokrasi kita dalam berbangsa dan bernegara harapan demokrasi kita di tahun 2024 adalah negara wajib memberikan kebebasan penuh terhadap demokrasi ini marih kita merawat demokrasi kita di tahun 2024