Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong yang mengusung tema “MENAKAR INTELEKTUALISME GENERASI MUDA 2022” yang dilakasanakan di Gedung Papua Berkemajuan yang diikuti oleh 16 (enam belas tim) yang memiliki 4 sesi dari Prodi yang berbeda dilingkungan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong dengan susunan setiap tim hanya diwakili 2 anggota sesuai dengan pedoman Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI). Kompetensi Debat Mahasiswa ini berlangsung selama 2 hari dimulai dari tanggal 16 Juni hingga tanggal 17 Juni 2022. Dalam penyelenggaraan kegiatan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, peserta sangat antusias dalam mengikuti kompetisi debat dengan argumen yang sangat matang, sontak jual beli dan adu argumen terjadi antara tim pro maupun tim kontra. Teman-teman yang mewakili Tim dari Prodi Hukum dengan semangatnya mencalonkan diri mereka serta mendapatkan bimbingan langsung dari Dosen Prodi Hukum tentunya.
Peserta melewati babak penyisihan, dimana dari 16 tim hanya menyisahkan 8 tim menuju ke final, nilai dari masing-masing peserta dari nilai individu hingga nilai tim sangatlah sengit dan hanya berbeda beberapa point saja. Tim debat dari Prodi Hukum berhasil meraih posisi Ke-3. Tidak hanya itu, Program studi Hukum sangat bangga karena salah satu perwakilan dari Tim Prodi Hukum, menjadi pembicara terbaik, memutuskan berdasarkan kemampuan dan nilai individu terpilihlah Ilham Radiansyah (Program Studi Hukum) dan Widia (Program Studi Hubungan Internasioanl) sebagai perwakilan dari Universitas Pedidikan Muhammadiyah Sorong pada regional wilayah.

Adapun yang dapat disampaikan dari rekan kami yang mengikuti lomba “ Saya merasa bangga bisa terlibat dalam kompetisi debat mahasiswa ini. pada ajang ini saya dapat mengasah kemampuan advokasi saya, wawasan dan pengalaman saya juga pun semakin bertambah “ serta dapat memberikan pesan “ Dengan seiring berjalannya waktu semoga partisipasi mahasiswa/i untuk dapat mengembangkan potensi dirinya melalui ajang perlombaan seperti ini dapat semakin bertambah “. Jelas Ilham
“ Memberikan pengalaman, pengetahuan serta ketahuan sejauh mana wawasan kita “ serta dapat memberikan pesan “ Untuk teman-teman sekalian, jangan ragu untuk mencetak pengalaman, ikuti kegiatan yang dlaksanakan oleh kampus, karena dengan pengalamanlah kita dapat mengukur sejauh mana perkembangan diri kita. Ayo kita perbanyak literasi, dengan literasi hidup lebih berarti “. Jelas Anugrah
Berharap mahasiswa yang lainnya dapat lebih masif dalam mengikuti perlombaan sebagai upaya mengasah dan menginvestasi waktu untuk masa depan. menurut Eko Prasetyo dalam bukunya “Jadilah Intelektual Progresif” adalah seorang yang cerdas atau seorang intelek yang sadar dengan sekitarnya. Ia tidak hanya cerdas atau intelek sendiri (oportunis) namun mampu mencerdaskan atau mengintelektualkan masyarakat di sekitarnya (progresif) menuju ke arah kemajuan sebagai upaya perbaikan keadaan yang lebih baik. Pencapaian ini membuktikan proses regenerasi berjalan baik dan efektif sebagai media pembelajaran sekaligus pengembangan skill debat yang lebih baik untuk kedepannya.
Penulis : Amanda Nur Pratiwi