PROGRAM STUDI HUKUM UNIMUDA SORONG MENGIKUTI WORKSHOP KEMDIKBUDRISTEK

PROGRAM STUDI HUKUM UNIMUDA SORONG MENGIKUTI WORKSHOP KEMDIKBUDRISTEK

PROGRAM STUDI HUKUM UNIMUDA SORONG MENGIKUTI WORKSHOP KEMDIKBUDRISTEK

KEGIATAN WORKSHOP STANDAR PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)

Oleh : Drs. Daniel Fernandez, M.Si.

Maafaridi News - Pelaksanaan Kegiatan Workshop Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai Ajang Simulasi atau Pelatihan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi yang di pimpin langsung Anggota Tim Asistensi Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Drs. Daniel Fernandez, M.Si. Berharap dapat menularkan semangat tim Akreditasi Institusi PerguruanTinggi (AIPT) dalam bekerja. 

Workshop SPMI yang di buka oleh kepala Lembaga Penjaminan Mutu, bapak Abdul Hafid, M.Pd., berharap agar Peserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Beliau juga mengatakan bahwa Kegiatan ini sangat penting dalam menunjang Akreditasi Program Studi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong pada saat Visitasi nanti.

Dan peserta workshop yang terundang terdiri dari Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi dari masing – masing Program Studi. Salah satu Program Studi yang mendapat undangan yaitu, Ketua Program Studi Hukum, Bapak Aldilla YWS, M.H.

Ketua Prodi Studi Hukum UNIMUDA Sorong, Bapak Aldilla YWS, M.H.., mengapresiasi kegiatan dari Lembaga Penjaminan Mutu UNIMUDA Sorong, dengan harapan bahwa workshop ini dapat menjadi pembelajaran dan pengalaman yang berharga bagi setiap Program Studi, apalagi hukum dalam proses menunggu hasil borang akreditasi.

Di Indonesia, Sistem Penjaminan Mutu pada Perguruan Tinggi diatur oleh Permenristekdikti nomor 62 tahun 2016. Pada peraturan tersebut tercantum siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi terdiri dari 5 tahapan, yaitu Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Pada siklus tersebut, tahapan penetapan dan pelaksanaan adalah tugas dari Pimpinan Perguruan Tinggi, sedangkan evaluasi dan pengendalian adalah tugas dari Tim Auditor. Agenda pada hari pertama dimulai dengan materi Kebiijakan Mutu, diteruskan dengan, Manual Mutu dan diakhiri dengan materi Standar Mutu.

Pembawaan materi workshop dibawakan sungguh sangat menyenangkan dengan keseriusan yang tetap dibumbuhi dengan candaan – candaan yang menghibur. Salah satu kutipan yang dberikan oleh bapak Drs. Daniel Fernandez, M.Si. “jangan benarkan hal yang biasa tapi biasakan hal yang benar”.

Dilanjutkan pada hari berikutnya, materi workshop yang membahas mengenai SOP dan Formulir Standar  yang memuat mengenai standar Jati Diri, Standar AIK, Standar Pendidikan, Standar Penelitian, Standar Pengabdian Kepada Masyarakat, Standar Keuangan dan Standar SDM.

Beliau juga  menyampaikan materi mengenai pentingnya komitmen budaya mutu dari pimpinan. Menurut narasumber, SPMI memerlukan komitmen pemimpin agar tercipta budaya mutu yang menjadi etos kerja bersama. Beberapa hal yang perlu dijadikan fokus perhatian dalam SPMI diantaranya: Aktivitas pimpinan yang terkait sistem penjaminan mutu, Melihat lebih detail hubungan timbal balik input dan output atau outcome dalam Perguruan Tinggi, dan mengamati partisipasi staf dan mahasiswa dalam pengembangan budaya mutu dan proses penjaminan mutu pimpinan.

Diakhir kegiatan bersama dengan LPM dan para peserta workshop menutup kegiatan dengan foto bersama.

 

Penulis : Marshita Dimara